Pink Hair Girl, Cute

Selasa, 11 September 2018

Tutup Buku

Aku tutup tanpa meredup
Biarlah putih itu terisi goresan emas
Menjadi pengawal berharap terisi hingga lembar terakhir

Entahlah tinta warna-warna terisi indahkah
Atau penuh dengan coretan hitam pekat
Namun setetes bening cahaya pastilah ada

Tasikmalaya, 10 September 2018

Serap Serpihku

Serap Serpihku

Serbuk duka kau genggam
Terhambur tetes gemerlap pekat
Celah terang memudar pendar
Surgawi dunia sejenak kau tebar

Tasikmalaya, 6 September 2018

Menantimu

Menantimu

Rapuh melepuh tiada kesyahduan
Bukan berarti ia pergi
Sekedar tuntaskan kewajiban
Tersentak sedikit sesak

Segeralah tiba
Jawaban-jawaban telah siap sedia
Merintis detik-detik berharga
Pada kurun waktu untuk bersama

Tasikmalaya, 1 September 2018

Tiba Mencintamu


Terukir merdu
Aksara namamu
Tersurat nan tersirat
Melabuh pada syair-syair cinta tiada hambat

Hingga bila waktunya tiba
Akan kugoncangkan dunia
Berseru serak suaraku menyebut kembali namamu
Dalam setiap rintihan do'aku

Berharap nama itu bukan sekedar nama
Namun saling bersua
Atas ikrar dua jiwa
Mengabdikan makna abadi cinta

Lantas, kan kugapai cakrawala
Kala sinar sang surya mulai menyapa
Menyambut dengan lambaian lembut
Hingga ku ungkap rahasia di balik semua bahwa Aku mencintaimu

Indonesia, 31 Agustus 2018

Rabu, 29 Agustus 2018

PENDAR CAHAYA PENDOSA

PENDAR CAHAYA PENDOSA
Karya : Fitri Masturoh

Nanar belantara meluas
Pijakan sembarang terkadang tinggalkan aturan
Tertikam duri dunia belum seberapa
Membiak rasakan kelak yaumul jaza

Gulita memekat tanpa doa
Mengarah pada pias yang cela
Sempat sedikit tumpat
Faktor dibalik semua polah

Segala gerak tiada berjarak
Ketus lafal ketus lagak
Penuh dosa sudahi segera
Kerdilnya jiwa melawan dusta

Tetesan air wudhu pendarkan cahaya
Membawa ketenangan nurani kalbu
Diatas sajadah teteskan sedu
Mengadu padaMU sang maha Satu

Lembar suci menjadi saksi
Dibawah biasan cahaya purnama
Lafal demi lafal huruf-hurufnya yang penuh makna
Menginsafi telatah yang tak berarah


Ciamis, 29 Agustus 2018

Selasa, 28 Agustus 2018

Terlelap meski Sekejap

*Terlelap meski Sekejap*

Riuh suara barisan obrolan tiap awal bulan
Sesekali ada yang nyolot ingin segera
Ada juga mereka diam termangu hingga datang berita
Dari ia yang bergelut usaikan bait angkanya

Melihat saja tanpa iba
Entah dirasa atau hanya tertawa
Kelalaian sesal yang ada
Butuh satu lagi saja saat begini baru terasa

Berbeda dengan ruang kelas
Satu dua kata ambigu mudah aku hempas
Lain halnya dengan satu kalimatnya yang pedas
Melilitkan energiku untuk beranjak

Sejenak butuh ruang gelap
Setitik suara mengendap
Hingga kebisingan hilang sekejap
Dan aku berupaya untuk terlelap

Tasikmalaya, 10 Agustus 2018

Jangka Kehidupan

Jangka Kehidupan

Biasan bayang-bayang semu
Merancang ikuti guratan semesta
Berujung pada titik-titik temu
Pada putaran kehidupan yang nyata
Kau sang penentu
Aku si perencana


Tasikmalaya, 12 Agustus 2018

Surga Menanti - Ost Film Gaza

Tersungkur dalam rasa Menatap ke atas awan di angkasa Lamunanku melayang Kecemasan dan kesedihan membentang Ku biarkan diriku Melayang...