Pink Hair Girl, Cute

Selasa, 05 Mei 2020

GELORA SUCI PUTRI SEJATI


GELORA SUCI PUTRI SEJATI
Karya : Fitri Masturoh

Wanita mulia harum namanya
Ragamu tiada namun jasamu terkenang sepanjang masa
Rela korbankan harta dan nyawa
Demi mewujudkan tunas-tunas bangsa

Kau terlahir untuk menyelamatkan negeri
Menghapus isak wanita-wanita yang merindukan edukasi
Berjuang mengedepankan emansipasi
Gelora suci keberanianmu selalu terkenang abadi

21 April 1987 hingga 17 September 1904
Tibalah Sang waktu menghentikan perjuanganmu
Masih membuncah rindu di pucuk harum negerimu
Entahlah, akankah ada kartini baru seperti semerbakmu

Kartini
Dengan keluhuran budimu yang melandasi
Jiwa kuatmu semoga terwarisi
Pada kartini-kartini masa kini


Tasikmalaya, 18 April 2020

GERSANG

GERSANG

Cahaya hilang dari ruangnya
garis-garis abu hingga menghitam
dibuat-buat serasa jahat
salah langkah salah tingkah
serasa tak jelas arah.

Tak lagi ku saksikan garis-garis langit indah dalam kesunyian
Tak lagi ku tatap sisa satu bintang yang segera hilang
Tak lagi ku balas senyuman bulan yang terang
Titik fajarpun terlewati hingga pagi menepi.

Tak banyak insan merasakan kedamaian pada detik-detik itu
Titik awal langkah hari menjadi indah
penyesalan yang tak mesti disesali
kembali mengingatNya setiap denyut nadi.

Hanya kerinduan dan pengharapan
hati dan jiwa kembali merengkuh
meniti helaan nafas yang berarti
menyudahi kegersangan hati.

Ruang sepi, 13 Februari 2020

Memori Rabu 4 Maret 2015

Memori Rabu 4 Maret 2015

Dini hari;sepi tak bisa berdiam diri
Tangan masih bercampur warna-warni cat yang mengering
Kuas yang menari seperti sudah enggan kupegangi
Menyeruku untuk berhenti sejenak.

Ku melangkah menatap langit hitam yang pekat
Dengan sedikit sepoy angin yang dingin
Kembali melihat jajaran insan yang sudah terlelap
Entah mengapa alunan lagu hijrah cinta terus kuputar.

Lamunan tak berarah tak kunjung sudah
Hingga detik jam semakin terdengar jelas ditengah kesunyian
Ah mungkin waktu mengantarkanku hingga shubuh berkumandang.

Saat lantunan adzan tiba ketukan pintu terdengar membawaku melangkah cepat
Seseorang menjemputku untuk segera pulang
Sedikit menggigil dan penuh tanya
Ada apa dan mengapa.

Obrolan hangat mengiringi sepanjang jalan seperti tak ada apa-apa
Sesaat sesak menghampiri hati dan diri
Air mata sudah tak terbendung lagi
Saat melihat keramaian yang tak biasa
Hanya saja sabar dan sadar masih sedikit tersisa.

Rupanya dini hari itu, seseorang yang dicinta telah pergi
Tanpa kujumpai dalam waktu dekat pada hari sebelumnya
Ada sesal dalam diri
Sayapku patah satu ketika itu

Tak henti ingin kembali bertemu
Tak henti ingin memutar waktu
Tapi itu tidaklah mungkin
Dan aku hanya bisa
Mengikhlaskan kepergian.


Allahummagfirlaha Warhamha Wa'afiha Wa'fu'anha ❤️

Rabu, 4 Maret 2020

Hati-hati dengan Hati

Hati-Hati dengan Hati.

Karena menahan hati itu sangatlah sulit
Ada kalanya sakit kian membuncah
Tiba-tiba meluap
Lewat isak tangis yang membendung
Sedikit sesak tetap mencoba menahan namun tak kuasa,
Tumpahkanlah
Tetes demi tetesnya menghanyutkan setiap duka
Berharap setelah semua terluap, kesakitan itu seketika lenyap.
Sesekali kau fahami itu
Hati wanita mudah rapuh
Kamu harus tau itu
Bukankah kau dikelilingi dua wanitamu
Setidaknya kau mengerti itu
Setidaknya kau tak melampiaskan titik masalahmu pada orang lain seperti aku yang tak tahu.

Tasikmalaya, 12 April 2020

Surga Menanti - Ost Film Gaza

Tersungkur dalam rasa Menatap ke atas awan di angkasa Lamunanku melayang Kecemasan dan kesedihan membentang Ku biarkan diriku Melayang...