Mewakili suara hati yang sulit dibohongi diri, kata demi kata mengalir sesuai rasa. Suara hati irama do'a, do'a yang dipanjatkan kepada Sang Pencipta. Tertuang dalam goresan kata menjadi tulisan usang nantinya. Hanya kata biasa namun penuh makna, tak banyak diksi namun sangat berarti :) Selamat membaca dan Terimakasih ...
Jumat, 16 Mei 2025
Surga Menanti - Ost Film Gaza
Rabu, 03 Agustus 2022
Hanya Doa dan Rindu
Senin, 22 Februari 2021
Gulana Kita
Gulana Kita
bahkan jarak satu langkah pun
komunikasi via whatsapp
saking takut ada hal yang salah
takut berisik dengan bisikan kata tanya jawab penting sekalipun
sabar ya dik
bahkan sedikit senyum pun begitu berat
sesekali senyum tak bermakna;palsu
canda tawa?
sangatlah alpa anantara kita
kuat ya dik
bahkan tak akan bersua bila tak ada tanya
hening benar-benar hening
lebih hening dari detik-detik klimaks film horor
surprise?
tiada dikamusnya !
orang bilang
mementingkan orang lain lebih baik daripada diri sendiri
apakah lebih baik juga bila mementingkan orang lain daripada orang terdekatnya, keluarga misal
lantas, bila sedikit sakit apa pantas?
ah sudahlah itu hanya serpihan kisah resah
menuju sangkaan terbaik lakukanlah
timbun semua pesan-pesan setan yang menyesatkan
Selasa, 23 Juni 2020
HATI
Selasa, 05 Mei 2020
GELORA SUCI PUTRI SEJATI
GERSANG
Cahaya hilang dari ruangnya
garis-garis abu hingga menghitam
dibuat-buat serasa jahat
salah langkah salah tingkah
serasa tak jelas arah.
Tak lagi ku saksikan garis-garis langit indah dalam kesunyian
Tak lagi ku tatap sisa satu bintang yang segera hilang
Tak lagi ku balas senyuman bulan yang terang
Titik fajarpun terlewati hingga pagi menepi.
Tak banyak insan merasakan kedamaian pada detik-detik itu
Titik awal langkah hari menjadi indah
penyesalan yang tak mesti disesali
kembali mengingatNya setiap denyut nadi.
Hanya kerinduan dan pengharapan
hati dan jiwa kembali merengkuh
meniti helaan nafas yang berarti
menyudahi kegersangan hati.
Ruang sepi, 13 Februari 2020
Memori Rabu 4 Maret 2015
Dini hari;sepi tak bisa berdiam diri
Tangan masih bercampur warna-warni cat yang mengering
Kuas yang menari seperti sudah enggan kupegangi
Menyeruku untuk berhenti sejenak.
Ku melangkah menatap langit hitam yang pekat
Dengan sedikit sepoy angin yang dingin
Kembali melihat jajaran insan yang sudah terlelap
Entah mengapa alunan lagu hijrah cinta terus kuputar.
Lamunan tak berarah tak kunjung sudah
Hingga detik jam semakin terdengar jelas ditengah kesunyian
Ah mungkin waktu mengantarkanku hingga shubuh berkumandang.
Saat lantunan adzan tiba ketukan pintu terdengar membawaku melangkah cepat
Seseorang menjemputku untuk segera pulang
Sedikit menggigil dan penuh tanya
Ada apa dan mengapa.
Obrolan hangat mengiringi sepanjang jalan seperti tak ada apa-apa
Sesaat sesak menghampiri hati dan diri
Air mata sudah tak terbendung lagi
Saat melihat keramaian yang tak biasa
Hanya saja sabar dan sadar masih sedikit tersisa.
Rupanya dini hari itu, seseorang yang dicinta telah pergi
Tanpa kujumpai dalam waktu dekat pada hari sebelumnya
Ada sesal dalam diri
Sayapku patah satu ketika itu
Tak henti ingin kembali bertemu
Tak henti ingin memutar waktu
Tapi itu tidaklah mungkin
Dan aku hanya bisa
Mengikhlaskan kepergian.
Allahummagfirlaha Warhamha Wa'afiha Wa'fu'anha ❤️
Rabu, 4 Maret 2020
Hati-hati dengan Hati
Karena menahan hati itu sangatlah sulit
Ada kalanya sakit kian membuncah
Tiba-tiba meluap
Lewat isak tangis yang membendung
Sedikit sesak tetap mencoba menahan namun tak kuasa,
Tumpahkanlah
Tetes demi tetesnya menghanyutkan setiap duka
Berharap setelah semua terluap, kesakitan itu seketika lenyap.
Sesekali kau fahami itu
Hati wanita mudah rapuh
Kamu harus tau itu
Bukankah kau dikelilingi dua wanitamu
Setidaknya kau mengerti itu
Setidaknya kau tak melampiaskan titik masalahmu pada orang lain seperti aku yang tak tahu.
Tasikmalaya, 12 April 2020
Rabu, 12 Februari 2020
Habis Kata
seperti bisu, kaku
tiap kali disekeliling mereka
seolah payah
tak bisa apa-apa.
Tak ada nasihat tersirat
hanya diam lalu sedikit senyum
hanya tatapan dan persetujuan.
kelu dirasa entah kenapa
terpuruk tunduk menimbun malu
bersamamu aku bagaikan debu
_Kamar pojok, 12 Februari 2020_
Minggu, 12 Januari 2020
Untukmu Guruku
Jejakmu pengarah langkahku
titahmu penguat keluhku
ceceran tinta sebagai saksi bisu
bukti kau mengukir prasasti ilmu.
Kaulah penunjuk jalanku
mengiringiku dekat dengan Tuhanku
Mencintamu saja tak cukup
ku sandingkan segala pengorbanan untukmu wahai guruku.
Baktiku padamu tak akan pernah buntu
Bangkitku menuju lambaian uluran tanganmu
tergenggam agar aku mampu sepertimu
kuat menghadapi segala liku.
Guruku
Sekalipun jasadmu tak lagi nampak
namun kilau cahaya ilmumu terus bersinar
terpatri pada jiwa-jiwa yang berkhidmat padamu.
Guruku
Segala kebaikanmu tak mampu kubalas
Aku berbisik pada Tuhan agar tak henti menjagamu
dan memudahkan segala langlahmu.
_Selamat Hari Guru_
_F.M_
_Tasikmalaya, 25 November 2019_
Sang Pemberani di Januari
Sekedar bertukar nama dan cerita
Mengenal kisah demi kisah kita yang berbeda,
mulailah ada kesamaan beberapa
Dalam sepenggal waktu yang singkat
Cukup untaian pertanyaan tanpa sedikitpun gombalan.
Tentangmu, tentangku tergenggam menjadi satu
hanya menunggu waktu untuk dua jiwa saling bertemu.
Sempat terdahului hingga ku anggap tak akan kembali
Tepat Sebelas Januari
Aku kau datangi
kamulah sang pemberani
menerobos pintu hati
meski tak tahu jalan berikutnya, bagaimana nanti.
_Ciamis, 11 Januari 2020_
Selasa, 19 November 2019
Selipan Doa
Kala kau meminta serpihan cinta
sepintas ku bertanya
mestinya tiada lagi kata antara kita
cukup sapaan tak apa.
Kala hari spesialmu menghampiri
Masih sempat kau mengharapkan doa dengan sengaja
Tanpa dipinta akan menghampiri sendiri
Meski tak ada ikatan saling memiliki
Rasanya mengakhiri tak jua terkehendaki
Berbagai cara tak henti kau cari
Harapanku kau temukan muara hati yang baru
Mengikis sepotong hati yang tak bisa kau tuju
_Ciamis, 19 Nobember 19_
Hanya Singgah
Waktumu kian mengerat
menjelajahi tapak demi tapak tersurat
menggelora segala niat dengan kuat
tibalah saatnya nurani bergemuruh
memilih antara satu, dua dan seterusnya
mestinya bukan sekedar singgah
tapi hati belum jua mengarah
waktu belum bersemi
bulan-bulan hujan telah terlewati
tunggulah hingga ragumu pergi
meniti hati yang melengkapi
Semarang, 24 Oktober 2019
Langkah Perjuanganku
Bagian dari sejarah langkahku
tiada terlepas berkat keluarga dan orang-orang tersayang, guru-guru tercinta,
teman sahabat yang selalu ada,
mereka yang mendoakan tanpa sepengetahuan
mereka yang tengah berkorban
meski tak mampuku terbalaskan
kini sampailah pada titik yang dinanti
merubah lelah menjadi indah
menghapus tetes keringat penuh semangat
hanyut segala kalut
penuh haru lewati liku
meraih cita saatnya tiba
selamat tebarkan sejuta manfaat
today is our day
one step closer ~
Mah, aku lelah !
Kau yang tenang di sana,
tersenyumlah! aku di sini mendoakanmu
Bolehkah sedikit aku mengeluh.
Mah, aku lelah!
Tapi aku tidak mengalah, Mah
Tapi kenapa pipiku basah?
Rintiknya tak kunjung berkesudahan
Mah, aku lemah!
Inikah sebenarnya hidup?
Masalah tiada henti menghadang
Sesaat sesak meraja, asa berteriak
Gundah pun turut hadir
Aku hampir menyerah
Mah, aku ...!
Tiada bahu tuk kujadikan sandaran
Hanya sajadahku senantiasa terhampar
Pada sepertiga malam ku bersedu
Hanya pada-Nya ku mengadu
Mah, doakan aku kuat
Menghadapi dunia dengan segala lika-likunya
Sabar melewati lorong duka nestapa
_Tasikmalaya, 05 September 2019_
Sabtu, 17 Agustus 2019
Rindu Membisu
Malam
menyulam rindu
merambati rel bisu
mengubur rasa rindu palsu.
Dalam lipatan sepi
pengap harap berhenti
saat melaju pelan kereta api
sekilas bayangmupun pergi.
Hitam
persimpangan gelap
tenggelamkan sebuah kenangan
menuju titik cahaya baru.
Bandung, 25 Juli 2019
DUA RASA
Detik yang cantik
untuk bercengkrama berbagi suka dan duka
tapi hati tertawa dan penuh tanya
kepada siapa aku memberi cerita.
Tak lagi menanti senja yang indah
meski aku, kamu dan waktu, tak ada yang salah
hanya dua rasa yang tengah berbeda biarlah
tertinggal pada langkah yang salah.
Bandung, 25 Juli 2019
ANDAI
Andai Kau Masih Ada
Aku akan belajar bagaimana bisa kau tegar
aku akan belajar bagaimana kau sabar
semuanya tentangmu baru kudengar
rupanya semasa hidupmu kau bersembunyi
dari luka-lukamu tapi kita tahu
Andai kau masih ada
hari-hari kan kupenuhi dengan menemanimu
menghadapi setiap likumu
mungkin membuatmu sedikit tersenyum
Andai kau masih ada
banyak cerita yang membuatmu bangga
banyak cerita yang membuatmu tertawa bahagia
tak ada luka ataupun dusta
ya aku akan mengatakan itu semua
seperti yang kau perbuat sedia kala
Ruang Rindu, 05 Juni 2019
Ego Semata
Entahlah
rasanya ingin bergegas angkat kaki dari tempat ini
rasa macam apa ini wahai hati
padahal ini masih hari yang suci
sayapku yang tinggal satu rupanya keras sekali
tak cukup dengan tetesan-tesan air melunakkan itu
kujaga dengan apik namun kau selalu picik
kuburlah semua rasa benci ini
tak pantas kumembencinya
hanya buliran dosa jika rasa itu tetap ada
Tuhanku, beriku petunjuk-MU
hanyalah rasa ego semata
menghadapinya
memang bukan ahliku
hanya memendam rasa marah
merasa selalu benar
sedikit bicarapun tiada kau dengar
Ruang hati, 05 Juni 2019
Ayat-ayat Ramadhan
Menekuri jalan teramat panjang
Menanti bulan kesucian
Berbisik pada semesta
Dengan segenggam doa dan harapan
kulafalkan ayat-ayat cinta-Nya
ditengah langkah hamba-hamba pengharap rido-Nya
merasakan bulan suci-Nya bahagia yang dirasa
menuai sejuta kebaikan kini berlomba-lomba
Bulan yang sangat indah
Setiap helaan nafas mengandung berkah
Setiap langkahnya adalah ibadah
ketenangan, ketentraman memudarkan segala gundah
Ayat-ayat Ramadhan terlantunkan ditengah jiwa-jiwa suci
membasuh noda pembuat keji
menuju nirwana indah penghilang resah
ramadhanku kuatkan imanku yang hampir goyah
18 Mei 2019
Surga Menanti - Ost Film Gaza
Tersungkur dalam rasa Menatap ke atas awan di angkasa Lamunanku melayang Kecemasan dan kesedihan membentang Ku biarkan diriku Melayang...
-
Hilang Mudah kau berucap Semaumu bukan mauku Mencari satu demi satu Habis sudah terkalahi waktu Kemana hendak kemana Aku tinggikan ...
-
Tersungkur dalam rasa Menatap ke atas awan di angkasa Lamunanku melayang Kecemasan dan kesedihan membentang Ku biarkan diriku Melayang...
-
Dusta Hiruk pikuk secercah suara merdu menjelma kapas putih bertebrangan Namun ternoda saat tahu hinggap tak hanya ditempat satu Berhen...